Tips Parenting: Bagaimana Caranya Menjadi Bestie bagi Anak?

    2026-09-03

 

Jakarta- SD Muhammadiyah 5 Jakarta kembali mengadakan seminar parenting bertajuk “Maukah menjadi orangtua yang Bahagia dan Bestie anak kita?”. Seminar kali ini menghadirkan dr. Aisah Dahlan, CM.NLP., CCHt, CI sebagai pemateri. dr. Aisah Dahlan dikenal sebagai praktisi neuroparenting atau ilmu tentang cara kerja otak dalam pengasuhan anak. Seminar ini juga menghadirkan artis Meisya Siregar sebagai moderator.

Kepala sekolah SD Muhammadiyah 5 Jakarta, Bapak Manar Imam Muhammadi, M.Pd.,Gr, mengatakan bahwa kadang kita sebagai orang tua belum tentu bisa menjadi sahabat bagi anak. “Parenting ini sangat bermanfaat, terutama bagi orang tua yang ingin menjadi bestie bagi anaknya,” ujar Bapak Manar.  Sementara itu, Ibu Indah Chairun Nisa, S.Sos,  selaku Ketua Komite SD Muhhamdiyah 5 Jakarta mengatakan bersyukur bisa menghadirkan dr. Aisah Dahlan sebagai pemateri semintar parenting kali ini. “Alhamdulillah, setelah menunggu hampir 3 tahun, akhirnya kami berhasil mendapatkan jadwal dr. Aisah untuk menjadi nara sumber di parenting tahun pamungkas komite periode kami sebagai bentuk komitmen untuk selalu membersamai orang tua murid SD Muhammadiyah 5 untuk menjadi orang tua yang lebih baik lagi dalam membimbing buah hati,” ujar Ibu Indah.

 

Bagaimana caranya menjadi Bestie bagi Anak?

Sebelum masuk ke materi bagaimana menjadi bestie bagi anak, dr.Aisah Dahlan mengatakan bahwa ada baiknya orang tua harus mengenal cara kerja otak anak. “Kita manusia, punya rata-rata neuron atau sel otak sebanyak 100 miliar,” ujar dr.Aisah. dr.Asiah juga menegaskan anak zaman dulu beda dengan anak zaman sekarang. “Sekarang era baru yang lebih canggih. Ibarat komputer, anak zaman sekarang RAM-nya lebih besar. Daya akses mencari data juga lebih cepat,” ujar dr.Aisah. dr.Aisah juga mengatakan sekarang zaman soft touch. Sudah tidak zaman mendidik anak dengan menggunakan kekerasan.

Secara umum, otak anak terdiri dari 2 yakni, yakni otak kiri dan otak kanan. Otak kiri mencangkup bahasa, angka, hitungan, logika, detail, lagu dan analisa. Otak kanan mencakup imaginasi, ide, intuisi, khayalan, gerak, musik dan irama. 

Menurut dr. Aisah, untuk anak perempuan, pertumbuhan otak kanan dan kiri seimbang. " Untuk anak laki-laki, otak kanannya dulu yang berkembang dan akan seimbang dengan otak kirinya di umur 18 tahun. Maka dari itu anak laki-laki dari kecil lebih suka bermain. Beda dengan anak perempuan yang dapat mengenal angka dan bahasa lebih cepat," ujar dr. Aisah. 

Nah untuk menjadi bestie bagi anak, dr.Aisah mengatakan bahwa orang tua harus tahu watak bawaan anak. Dalam kesempatan ini, dr. Aisah memberikan kuis cepat agar peserta seminar bisa mengetahui watak bawaan anak yang terbagi dalam 4 tipe yaitu : Sanguinis, Phlegmatis,Koleris dan Melankolis.  Selain tips untuk mengetahui watak anak, peserta seminar juga diberikan informasi mengetahui tipe kepribadian anak apakah introvert, ekstrovert atau ambivert.  Dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan dari masing-masing tipe watak dan kepribadian anak, orang tua akan lebih mudah dalam memahami anak dengan efektif dan bisa meningkatkan hubungan yang lebih baik antar keduanya.   

                                                                                ***

Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL