Astra Modern Land Luncurkan Cluster Baru di Jakarta Timur

    2018-03-23

Jakarta, HarianProperty.com- Kendati pasar properti di Indonesia masih stagnan di 2018, beberapa tren terlihat meningkat positif. Lembaga pemerhati industri Properti, Indonesia Property Watch (IPW) mencatat, dalam 3 tahun terakhir, pertumbuhan harga tanah perumahan di Jakarta Timur menempati urutan tertinggi sebesar 5,58 persen per tahun, dibandingkan Jakarta Selatan sebesar 4,19 persen, Jakarta Pusat 4,19 persen, Jakarta Barat 4,15 persen, dan Jakarta Utara 2,85 persen.

”Berdasarkan rating wilayah yang dilakukan Indonesia Property Watch dengan mempertimbangkan aspek potensi wilayah dan infrastruktur, pertumbuhan harga tanah, tingkat persaingan, dan image lokasi, Jakarta Timur berada di urutan tertinggi, disusul Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat,” ujar Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), dalam paparannya pada acara Open House All Day, Cluster Matana, Asya yang digelar di Asya Marketing Gallery, Jakarta Timur (17/03).

Menurut Ali, masih belum terkoneksinya ruas-ruas tol di koridor timur membuat banyak potensi pasar properti yang belum muncul di Jakarta Timur. Namun, dengan terhubungnya tol Cakung ke Cilincing-Tanjung Priok akan memberikan potensi yang luar biasa bagi pertumbuhan pasar properti di wilayah sekitarnya.

Dalam perkembangannya, sebut Ali, selain pasar perumahan landed yang masih terbuka lebar di Jakarta Timur khususnya di segmen menengah atas, pasar apartemen dan komersial pun akan semakin berkembang mengejar ketertinggalannya dibandingkan dengan wilayah lainnya.

Sebagai salah satu arah pelebaran wilayah dari Kelapa Gading yang terus mengarah ke timur melewati Pulogadung dan Cakung, Jakarta Timur juga menyimpan potensi arah perkembangan dari CBD Jakarta yang terus mengarah ke Cawang ke arah jalur Light Rail Transit (LRT). Melihat hal tersebut maka hampir sebagian besar kawasan Jakarta Timur mempunyai potensi yang tinggi.

Luncurkan Cluster Mantana

Di antara beberapa kawasan perumahan potensial yang ada di Jakarta Timur, Asya merupakan salah satu proyek skala kota yang menawarkan banyak kelebihan. Lokasi yang strategis dan didukung berbagai infrastruktur memadai, konsep ramah lingkungan yang didukung keberadaan danau seluas 15 hektar, serta dikelilingi berbagai fasilitas berkelas untuk memanjakan para penghuninya.

Setelah diperkenalkan kepada masyarakat sejak akhir tahun 2017 lalu, saat ini PT Astra Modern Land, selaku pengembang proyek township Asya terus mempercepat pembangunan kawasan perumahan seluas 70 hektar di kawasan Jakarta Timur tersebut.

Selain landed house, proyek township Asya nantinya juga akan merangkum berbagai produk properti eksklusif seperti kondominium low rise, lake villas, area komersial, dan area ruang terbuka publik dengan total gross floor area kurang lebih sekitar 1 juta m2.

Township Asya nantinya juga akan dilengkapi fasilitas lakeside outdoor area seluas 2,8 hektar. Sementara, nilai investasi pembangunan proyek yang direncanakan hingga 15 tahun ke depan tersebut sebesar Rp20 triliun.

Astra Modern Land merupakan perusahaan yang dikelola bersama antara PT Astra Land Indonesia (perusahaan joint venture antara Astra International dan Hongkong Land Ltd) dan PT Mitra Sindo Makmur (anak perusahaan PT Modernland Realty Tbk.).

Dengan pengalaman dan reputasi yang dimiliki Astra International, Hongkong Land Ltd, dan Modernland Realty, Astra Modern Land akan membangun proyek Asya berstandar internasional.

Memasuki triwulan I 2018, Asya kembali menawarkan cluster teranyarnya bertajuk Matana setelah sebelumnya meluncurkan cluaster ekskludif Semayang. Serupa dengan Semayang, cluster eksklusif ini mengadopsi dari nama Matano, yang merupakan nama salah satu sungai di Kalimantan.

Matana nantinya akan merangkum sebanyak 210 unit rumah eksklusif yang terdiri dari 6 tipe yaitu Tipe 7 (7x14m), Tipe 9 (9X14m), Tipe 12 Corner House (12X14m), Tipe 13 Corner House (13x14 m), Tipe 9 Deluxe House (9X17m) serta Tipe 12 Corner Deluxe (12x17m).

Presiden Direktur Astra Modern Land, Wibowo Muljono menuturkan, hunian yang dikembangkan di kawasan perumahan Asya memiliki konsep ramah lingkungan dan selalu mengutamakan kenyamanan bagi penghuninya. Salah satunya, dengan keberadaan ceiling yang tinggi untuk memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara di dalam rumah.

”Selain dapat memaksimalkan ruang, faktor kenyamanan inilah yang kami  adopsi dalam mengembangkan Township Asya,” ujar Wibowo.

Sementara itu, Direktur PT Astra Modern Land, Panji Nurfirman mengatakan, cluster Matana lebih eksklusif dibanding cluster sebelumnya, Semayang. Diantaranya, karena dilengkapi Toto kitchen set, mulai dari cabinet atas bawah, kompor dan exhaust. Setiap kamar dan area living room juga sudah dilengkapi dengan AC Daikin, tanpa biaya tambahan.

Di dalam cluster Matana, nantinya juga akan dibangun cluster facility, menggenapi 2 club house besar di area Asya dan Jakarta Garden City (JGC).

”Beberapa kelebihan Asya selain pertumbuhan harga lahan yang terus meningkat adalah memiliki 15 hektar danau yang dilengkapi lake side facility seluas 2,8 hektar, selangkah dengan pusat perbelanjaan AEON Mall, aksesibilitas yang sangat mudah serta shutle bus bagi para penghuni yang akan menuju stasiun LRT di Kelapa Gading. Unit-unit di Asya sendiri akan mulai diserahterimakan dalam 24 bulan ke depan,” pungkas Panji Nurfirman.

Editor: Gunawan

Comment

Comodo SSL